Mei 5, 2010 Mengerikan
Pantulan wajah tanpa sinar,
Tatapan mata membiru duka,
Sekian lama ku menahan kesakitan..
Kini, lewat alunan nafas yg semakin lambat,
Kurasakan anak panah yg bernama maut itu semakin mendekat…
- 13komentar
- Posted under Gelisah
“Sekedar Berbagi”
Pantulan wajah tanpa sinar,
Tatapan mata membiru duka,
Sekian lama ku menahan kesakitan..
Kini, lewat alunan nafas yg semakin lambat,
Kurasakan anak panah yg bernama maut itu semakin mendekat…
Permalink #
sunarnosahlan
berkata
semoga akhir yang husnul khotimah
Permalink #
ilham
berkata
amin pak..
salam
Permalink #
Abu Irhab
berkata
Hari hari dilalui bersama FB tak tersa waktu tersita, masithoh sang gadis kini tinggal kenangan, keperawanan menjadi idaman sang suami telah sirna itu semua kebiadaban lelaki yang rayuan manis di balik FB-berawal dari maya kemudian kopi darat lalu berakhir dengan kesedihan sambil gigau dimana keperawananku….???
Permalink #
ilham
berkata
waduh,artikelnya nyampe di koment.nanti saya cek artikelnya deh,sepertinya menarik.
salam
Permalink #
kikakirana
berkata
ehmm,,, sebentar…
QK berpikir sejenak… nie sebenernya tentang apa yak
benar” mengerikan sekali isinya tampaknya
apakah yang sedang terjadi denganmu??? mm,,
HIDUP!!! ^_^
Permalink #
ilham
berkata
salam kenal QK..
pagi ini agaknya hati ini suram meskipun embun pagi tetaplah bening dan menyegarkan
Permalink #
Asop
berkata
Maut memang tak bisa kita hindari.
Permalink #
JogjaHolic
berkata
malah sampei maut nih
Permalink #
Hafidz Collection
berkata
Permalink #
Hafidz Collection
berkata
judulnya
… aku bangun borobudur.. tengok ini, masih belom jadi ga ya
Permalink #
ilham
berkata
maksudnya?
Permalink #
Pendaki
berkata
Menyukai ini……… tentang perasaan Hati ya,,,?? acung Jempol
Permalink #
ilham
berkata
yupz bro.perihnya hati ini